Pengikut

RSS

Strategi Manajemen Pendidikan

manajemen Pendidikan merupakan suatu proses kerjasama yang sistematik, sistemik dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Selain itu Manajemen pendidikan juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Manajemen baik tujuan jangka pendek , menengah dan jangka panjang. Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Karena tanpa Manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat terwujud secara optimal, efektif & efisien. Dalam kerangka inilah akan tumbuh kesadaran akan arti pentingnya Manajemen berbasis sekolah, yang memberikan kewenangan penuh kepada sekolah dan guru dalam mengatur pendidikan & pengajaran, merencanakan, mengorganisasi, mengawasi, memepertanggungjawabkan, mengatur, serta memimpin SDM untuk membantu pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan sekolah. Manajemen berbasis sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik, guru – guru, serta kebutuhan masyarakat setempat. Untuk itu perlu dipahami betul tentang fungsi – fungsi pokok Manajemen yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan & Pembinaan. Dalam prakteknya keempat funsi tersebut merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Prinsip – prinsip Manajemen pendidikan :

1. prinsip Manajemen Pendidikan yang berorientasi pada tujuan, dengan menetapkan tujuan – tujuan yang harus dicapai peserta didik dalam mempelajari pelajaran.

2. prinsip Manajemen pada efisiensi dan efektifitas dalam pengunaan dana, daya, dan waktu dalam mencapai tujuan pendidikan.

3. Prinsip Manajemen pendidikan pada fleksibilitas program, dalam pelaksanaan, suatu program hendaknya mempertimbangkan faktor – faktor ekosistem dan kemampuan penyediaan fasilitas yang menunjang.

4. Prinsip kontinuitas, dengan menyiapkan peserta didikagar mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

5. Prinsip pendidikan seumur hidup, yang memandang bahwa pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi harus dilanjutkan dalam keluarga dan masyarakat. Jadi peserta didik perlu memiliki kemampuan belajar sebagai persiapan belajar di masyarakat.

6. Prinsip relevansi, suatu pendidikn akan bermakna apabila kurikulum yang dipergunakan relevan ( terkait ) dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

suaraatr2025.wordpress.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Strategi Manajemen Perusahan Sofware

pada dasarnya produsen2 perangkat lunak tertutup tersebut saat ini notabene sudah dalam kondisi mapan. Bisa dibilang sudah dalam kondisi puncak mengingat sudah memiliki pangsa pasar yang jelas sehingga going concern sudah tidak perlu diragukan lagi.

Kahadiran perangkat lunak terbuka (Open Source) memang sedikit demi sedikit menggerus pangsa pasar produk - produk yang sudah eksis tersebut. Memang dari sisi komputer personal (PC & laptop) belum terasa akan tetapi di sisi enterprise, banyak bukti yang mendukung, seperti;

http://news.softpedia.com/news/Hollywood-Loves-Linux-45571.shtml
Untuk perusahaan perfilm-an Hollywood

http://www.docstoc.com/docs/20980711/Linux-di-Perusahaan-Pengelolaan-Perkebunan-Kelapa-Sawit
PT Astra Agro Lestari

http://www.pclinux3d.com/linux/mengapa-google-facebook-dan-amazon-menggunakan-linux.html
Google, Facebook dan Amazon

http://bebas.vlsm.org/v23/InfoLinux2007/InfoLINUX_10-2007/36-37_Bisnis_10.pdf
BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional)

Dan tentunya masih banyak lagi, belum lagi lewat ketetapan ISO/IEC 26300:2006 yang menyatakan bahwa Open Document Format (bukan .doc atau .docx , dsb. milik Microsoft) telah menjadi format standar untuk dunia internasional.

Kesemuanya jelas menimbulkan external threads yang sangat besar dalam menggerus pangsa pasar perusahaan - perusahaan perangkat lunak tertutup tersebut yang pada akhirnya juga akan mengganggu going concern di masa depan.

Sesuai ilmu Manajemen Strategi, bila ada perubahan di sisi eksternal walaupun perusahaan tetap membukukan keuntungan maka perusahaan harus mengambil tindakan untuk mengatasi-nya.

Akhirnya, strategi lobby kepada Pemerintah Amerika Serikat diambil oleh asosiasi perusahaan tersebut dengan mengadukan Pemerintah Indonesia yang menganjurkan penggunaan Open Source Software lewat SE MenPAN SE/01/M.PAN/3/2009 tanggal 30 Maret 2009 tentang : Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS). Tindakan tersebut mereka adukan dengan tuduhan memblokir / merugikan perusahaan software dari Amerika untuk bersaing dengan penyedia perusahaan perangkat lunak lokal dalam penyediaan perangkat lunak untuk pemerintah.

http://aldebaran-chandra.blog

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

pengertian pendekatan strategi

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

cuma isengan


Cerita ini mengisahkan seorang anak yang memperlihatkan nilai laporan sekolahnya ke pada bapakknya,

Joni : "Pak Pak Joni sudah dibagi rapot..."

Bapak : "Udah di bagi rapot? Coba bapak liat..."

Joni : "Tuh di meja pak ambil saja."

Bapak : "Coba bapak liat... Waduhhh kamu ini Joni jadi anak bodo banget masa nilai di rapot kamu merah semua. Kalau begini Bapak percuma sekolahin kamu!!!" (dengan penuh emosi dan amarah yang meledak-ledak)

Joni : "Pak Pak sebentar dulu..." (bingung) "Masa sih pak, nilai Joni kan bagus semua gak ada yang merah..." (agak emosi dan takut dan aneh)

Bapak : "Terus ini apa warna apa? Bukan warna merahhhhh??!!"

IJoni : "Coba Mana Liat!! Waduhhhhh kok banyak merahnya yaaa padahal tadi di sekolah gak ada merahnya sumpah deh, Pak.."

Bapak : "Ah, kamu ini alasan!!"

Joni : "Ehh, sebentar. Kok ini rapot laporan tahun 1989, taun sekarang kan tahun 2010... Coba lihat dulu sampul depannya ini rapot siapa. Yeee ini mah RAPOT BAPAK WAKTU DULU..."

Bapak : "???"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

anialisa swot di perusahan sanbe dalam menghadapi cafta

Analisis SWOT

Strength
Pada bagian produksi, Sanbe merupakan pemimpin dalam penelitian bioavaibilitas dan bioekivalen produk obat dengan menggunakan standard GCP dan GLP yang terbaru.
Laboratorium Sanbe telah terakreditasi oleh National Accredited Body (KAN) sehingga memperoleh ISO/IEC 17025:2005, dan juga diakui oleh BPOM.
Sanbe juga menerima sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) dari Health Science Authority (HSA) Singapura pada pabrik atau bangunan preparasi steril. Sanbe berpedoman pada GMP yang meliputi semua rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Hal ini membuktikan bahwa pabrik pengolahan obat yang steril milik Sanbe telah memenuhi Standard Uni Eropa.A

Memiliki lobi dan jaringan dokter yang kuat
Memiliki pemimpin perusahaan yang ulet, tegas, dan jeli menangkap peluang pasar dan turun tangan dalam semua kegiatan yang berlangsung dalam perusahaan.
Karyawan merupakan orang-orang yang berkualitas. (Sdm karyawan didayagunakan efektif dan efisien).

Memilik pabrik infus steril kemasan softbag yang canggih dan yang pertama di Indonesia, serta memiliki keunggulan teknologi pembuatan infus yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara, yaitu sistem sterilisasi 121° C, selama 15 menit. Sehingga produk infus yang dihasilkan oleh Sanbe berkualitas jauh lebih tinggi dibanding merek lainnya

Weakness
Belum mampu mengelola sumber daya manusia secara profesional à sistem human resources atau people management belum kokoh.
Menurut pandangan Jahja B Soenarjo, CEO Direction Strategy Consulting : gaya Jahja Santoso dalam memimpin perusahaan masih konvensional sehingga Sanbe belum menerapkan prinsip-prinsip manajemen secara profesional.
Jahja Santoso belum memberi kekuasaan secara penuh (masih setengah percaya pada putra dan orang-orang kepercayaannya).

Opportunity
Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat per kapita.
Sanbe Farma memiliki international operations di 12 negara. Dengan demikian, kesempatan Sanbe Farma untuk menjadi pemain global semakin terbuka lebar.
12 Januari 2006, Sanbe Farma meresmikan pabrik infus steril kemasan softbag pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Pasar infus saat ini masih lenggang pemain. Satu-satunya saingan yang leading di bisnis ini hanyalah PT Otsuka Indonesia, sehingga kesempatan Sanbe Farma untuk memasuki pasar infus masih sangat besar.
Dibukanya Santosa Bandung International Hospital. RS ini akan menjadi rumah sakit pertama untuk pendistribusian Infus dan beberapa produk baru Sanbe Farma lainnya
Infus menyasar pasar menegah ke atas. Dengan semakin bertumbuh suburnya rumah sakit mewah (Brawijaya Woman and Children Hospital, Siloam Geneagles, Medikaloka Health Care), produk Sanbe Farma ini akan dengan mudah diserap olah pasar.
Mendirikan San-Clin-Eq, sebuah lembaga pengujian BA/BE, dengan peluang pasar yang menjanjikan dan jumlah pemain yang masih lenggang, peluang San-Clin-Eq bersaing di industri pengujian BA/BE masih sangat besar.

Treath
Persaingan pasar produk infus sangat ketat, karena pasar produk infus dikuasai oleh Otsuka. Hal tersebut merupakan tantangan bagi sanbe untuk bisa merebut pasar infuse di Indonesia.
Sanbe harus menerapkan manajemen SDM yang professional sehingga dapat menjamin adanya regenerasi yang akhirnya diharapkan tetap bisa mempertahankan sanbe sebagai perusahaan farmasi no 1 di Indonesia.
Banyaknya medrep dari perusahaan farmasi lain yang kemampuannya tidak bisa diabaikan sehingga sanbe perlu meningkatkan kembali kinerja personal selling (medical representative)
Menjamin bahwa produk me-too yang dipasarkan oleh Sanbe telah melewati uji BA/BE, mengingat pada tahun 2008 semua produk me-too harus memenuhi syarat BA/BE dan tidak hanya diberi logo atau dibubuhi merk dagang. Dengan demikian, sanbe bisa tetap bersaing dengan originator (korporasi multinasional pemegang paten awal) maupun pesaing lokal. Masa kini, sebagian masyarakat Indonesia mulai beralih menggunakan produk herbal. Oleh karena itu, sanbe perlu melakukan inovasi produk dengan berusaha memproduksi obat-obat herbal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

strategi yang di gunakan dalam persaingan giant dan town square

Serpong Town Square atau yang lebih dikenal dengan Setos, sekarang ini mengalami hal yang menyedihkan. Di awal pembukaannya, Setos mempunyai Anchor Tenant seperti Giant Hypermarket, Electronic Solution.

Tapi hal ini tidak berlangsung lama. Satu persatu tenant utama itu menutup outletnya di Setos lantaran sepi pengunjung. Meskipun konon keduanya tidak mengeluarkan uang sewa untuk kehadirannya di Setos.

Setos dijuluki Mall kuburan lantaran sepinya pengunjung. Apakah hal ini lantaran kalah bersaing dengan Carrefour Cikokol yang terletak tidak jauh dari sana? Tidak lama setelah Carrefour Cikokol hadir, Alfa Cikokol yang merupakan cabang terbesar Alfa pun tutup, dan akhirnya Alfa nya sendiri malah dibeli Carrefour.

Faktor lain, adalah tingkat persaingan yang semakin tinggi di sekitar kawasan itu. Jika kita perhatikan mulai dari pintu tol Tangerang hingga Serpong, sudah berdiri beberapa tempat belanja. Mulai dari WTC Matahari dengan Hypermart, Summarecon Mal Serpong dengan Fresh Marketnya, Makro, Giant, dst.

Selain itu, konon sepinya pengunjung Setos lantaran tidak ada Angkot yang ngetem di sekitar kawasan itu. Sebelumnya daerah yang dikenal sebagai tempat ngetemnya Angkot nyari penumpang. Dan situasi itu sekarang sudah tidak ada lagi.

Perlu usaha keras untuk menarik pengunjung ke Setos. Persaingan yang keras diantara pusat perbelanjaan yang lain, daya beli masyarakat yang masih diragukan terutama di daerah Tangerang dan sekitarnya, dan kombinasi tenant di Mall itu sendiri.

Dengan dibukanya kembali Giant di Setos, sebenarnya pertanda bahwa pengelola Setos pun berbuat sesuatu, meskipun hasilnya masih dapat dipertanyakan di kemudian hari. Kita tunggu saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Grand Strategi Kehutanan

Kawasan konservasi yang paling dekat dengan ibu kota Provinsi Riau adalah Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim II. Menurut Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Hutan Raya adalah suatu kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli atau bukan asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata, dan rekreasi

engelolaan dan pengembangan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim II masih menghadapi berbagai permasalahan. Berdasarkan hasil liputan citra landsat Maret 2001, telah terjadi okupasi di dalam kawasan taman hutan raya untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit seluas 1687,52 ha. Di samping itu juga terjadi penebangan liar dan perambahan kawasan sehingga fungsi kawasan taman hutan raya cendrung menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Dinas Kehutanan Provinsi Riau telah melakukan berbagai tindakan pengendalian dan pengembangan, namun masih belum memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu perlu dirumuskan solusi yang komprehensif sehingga rumusan masalah penelitian ini dititikberatkan pada upaya strategis untuk pengembangan taman hutan raya. Untuk itu masalah yang akan dikaji pada penelitian ini adalah apa faktor-faktor strategis internal dan eksternal yang berpengaruh, bagaimana formulasi strategi serta prioritas strategi dalam pengembangan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim II

Faktor-faktor kekuatan strategis Dinas Kehutanan Provinsi Riau dalam pengembangan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Qasyim II adalah status dan potensi kawasan, site plan dan rencana pengelolaan, jumlah SDM Dinas Kehutanan Provinsi Riau memadai dan letak kawasan strategis. Dari hasil evaluasi faktor-faktor kekuatan yang memiliki tingkat kepentingan yang tertinggi adalah status dan potensi kawasan dengan bobot 0,107. Kemudian diikuti oleh faktor-faktor kekuatan lainnya yaitu site plan dan rencana pengelolaan dan jumlah SDM Dinas Kehutanan Provinsi Riau memadai masing-masing memiliki bobot 0,105 dan letak kawasan strategis memiliki bobot 0,091. Faktor-faktor kekuatan tersebut yang menjadi kekuatan utama Dinas Kehutanan Provinsi Riau dalam pengembangan taman hutan raya adalah status dan potensi kawasan, site plan dan rencana pengelolaan, jumlah SDM Dinas Kehutanan Provinsi Riau memadai memiliki rating masing-masing 4. Faktor kekuatan berupa letak kawasan strategis sebagai kekuatan kecil yang ditunjukkan oleh rating 3.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Strategi perusahaan dalam menghadapi cafta

Dewasa ini, pemikiran bahwa CEO yang selalu berperan dalam semua pengambilan keputusan telah mengalami pergeseran, hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan di bidang ekonomi, sosial-politik, dan teknologi. Kini, CEO perlu merubah semua tatanan dan aturan yang ada, terutama bagi masa depan perusahaan.

Di dalam banyak perusahaan, monopoli top manager atas strategi yang digunakan mulai berkurang. Saat ini, strategi telah menjadi milik seluruh anggota organisasi. Oleh karenanya, partisipasi seluruh anggota perusahaan telah menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan dalam mencapai keberhasilan. Diperlukan suatu kesadaran untuk menanamkan di benak masing-masing anggota apa yang menjadi visi perusahaan. Adanya komitmen dan partisipasi setiap anggota organisasi akan memudahkan pelaksanaan strategi perusahaan. Masukan strategi dari masing-masing anggota organisasi akan membantu penerapan visi perusahaan.

Terdapat berbagai elemen penting untuk menjaga agar visi perusahaan selalu tertanam di benak masing-masing anggota perusahaan yaitu perusahaan perlu memiliki strategic language, menjaga agar strategi perusahaan sederhana dan spesifik, mengelola partisipasi setiap anggota organisasi, perusahaan memotivasi karyawannya untuk selalu mengingat visi perusahaan dan adanya keterlibatan CEO.

Seorang ahli strategi merupakan seseorang yang menentang subversif, apa yang dikatakannya adalah hal-hal yang harus diperhatikan perusahaan agar dapat berkompetisi dengan baik di masa depan. Ada beberapa langkah yang dapat diterapkan yaitu : bagaimana membuat perencanaan strategi terlihat berbeda, di mana kita akan memulainya, pengalaman apakah yang mendorong top manajer memilih pemikiran tipe-tipe strategi, fokus perencanaan strategi harus disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia, masalah yang berhubungan dengan konsep strategi dapat dilihat dalam visi perusahaan, dapatkah perencanaan tersebut diglobalkan, bagaimana ide tersebut berkaitan dengan core competence-nya.


Pembahasan

Dalam banyak organisasi para top management sering memonopoli pembuatan strategi. Akan tetapi dewasa ini strategi atau visi telah menjadi milik semua orang. Dan untuk mencapai kesuksesan sebuah strategi, perlu adanya pemahaman akan visi dan komitmen organisasi, serta partisipasi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan strategi tersebut. Adanya keikutsertaan anggota organisasi tidak mengurangi tanggung jawab CEO. Partisipasi dalam proses strategi juga tidak berarti bahwa strategi tersebut akan menjadi suatu percobaan dalam bidang demokrasi di perusahaan. Di samping itu CEO juga perlu menetapkan visi dalam strategi dan selalu menekankan partisipasi untuk mencapai keberhasilan strategi.

Seorang CEO memiliki tanggung jawab untuk menetapkan bermacam-macam peran, di mana ia bertanggung jawab menetapkan visi, menjamin penerimaan strategi di dalam organisasi, melibatkan dewan direksi, mengkomunikasikan visi, dan menjaga agar strategi tetap relevan dan diperbaharui.

Ketika perencanaan strategik muncul pada tahun 1960-an, para pemimpin perusahaan melihatnya sebagai the one best way untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan guna meningkatkan daya saing setiap unit bisnis. Sistem perencanaan diharapkan menghasilkan strategi terbaik dan menghasilkan tahapan instruksi bagi pelaksanaan strategi, sehingga pelaksana dan manajer bisnis tidak salah memahaminya. Akan tetapi sebagaimana kita ketahui, perencanaan tidak selalu bekerja demikian, bahkan sekarang hanya sebagian orang yang benar-benar memahami alasan bahwa perencanaan strategik berbeda dengan berpikir strategik. Perencanaan strategik yang dipraktekkan sebagai pemrograman strategik, merupakan pengembangan dan penggabungan strategi atau visi yang telah ada.

Para perencana strategi seharusnya memberikan sumbangannya atas seputar proses pembuatan strategi daripada mengenai proses tersebut. Mereka dapat menyediakan analisis formal atau data mentah yang dibutuhkan dalam pemikiran strategis, sejauh yang mereka lakukan bertujuan untuk memperluas pertimbangan persoalan daripada menemukan sebuah jawaban yang benar. Para perencana seharusnya bertindak sebagai katalisator yang mendukung pembuatan strategi dengan membantu dan mendorong manajer berpikir secara strategik, dan mereka juga dapat menjadi para pemrogram strategi, membantu menetapkan serangkaian langkah nyata yang dibutuhkan untuk melaksanakan visi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TUBUHKU..............


Daya tahan tubuh merupakan kemampuan menangkal semua jenis kuman dan virus yang hendak masuk ke dalam tubuh. Bila daya tahan tubuh baik, penyakit tidak mudah menyerang. Oleh sebab itu tingkatkan selalu daya tahan tubuh melalui

Makan makanan bergizi yang mengandung unsur karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Bila makanan ini yang dimakan setip hari kurang bergizi, tubuh akan lemas dan rentan penyakit. Hal itu membuat daya tahan menurun.

Rutinitas kerja yang padat kadang membuat orang kurang istirahat. Salah satu dampak kurang istirahat adalah penurunan daya tahan tubuh. Maka, luangkan waktu untuk beristirahat dengan tidur sekitar 6-8 jam sehari.

Pilih olahraga sesuai kemampuan tubuh seperti senam, lari, tenis, sepakbola. Dengan berolahraga teratur, fisik menjadi bugar dan daya tahan tubuh menjadi baik.

Mengontrol stres juga harus anda kuasai. Beban dan tanggung jawab pekerjaan mempengaruhi kondisi psikologis. Bisa menyebabkan stres yang ditandai dengan menurunnya konsentrasi dan nafsu makan, sulit tidur, dan mudah emosi.

Tak lupa mengkonsumsi vitamin berupa suplemen untuk menunjang kegiatan anda sehari-hari. Sesuaikan juga dengan jenis kegiatan anda dan rutinitas yang anda geluti. Meningat tak semua orang mampu memenuhi kebutuhan gizi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MANAJEMEN STRATEGI & KEBIJAKAN PERUSAHAAN

MANAJEMEN STRATEGI & KEBIJAKAN PERUSAHAAN

1.Pengertian Manajemen Strategi
Menurut Thomas L.Wheelen – J.David Hunger manajemen strategi adalah serangkaian dari pada keputusan majerial dan kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Kegiatan tersebut terdiri dari perumusan / perencanaan strategi,pelaksanaan / implementasi, dan evaluasi.

2.Tujuan Manajemen Strategi

1). Memberikan Arah Pencapaian Tujuan Organisasi / Perusahaan
Dalam hal ini, manajer strategi harus mampu menunjukan kepada semua pihak kemana arah tujuan organisasi / perusahaan. Karena, arah yang jelas akan dapat dijadikan landasan untuk pengendalian dan mengevaluasi keberhasilan.

2). Membantu Memikirkan Kepentingan Berbagai Pihak
Organisasi / perusahaan harus mempertemukan kebutuhan berbagai pihak, pemasok, karyawan, pemegang saham, pihak perbankan, dan masyarakat luas lainnya yang terkait dengan perusahaan atau disebut dengan istilah Stakeholder Benefits, memegang peranan terhadap sukses atau gagalnya perusahaan.

3). Dapat Mengantisipasi Setiap Perubahan Kembali Secara Merata
Manajemen strategi memungkinkan eksekutif puncak untuk mengantisipasi perubahan dan menyiapkan pedoman dan pengendalian, sehingga dapat memperluas kerangka waktu/ berpikir mereka secara prespektif dan memahami konstribusi yang baik untuk hari ini dan hari esok.

4). Berhubungan dengan Efisiensi dan Efektifitas
Tanggung jawab seorang manajer bukan hanya mengkonsentrasikan terhadap kemampuan atas kepentingan efisiensi, akan tetapi hendaknya juga mempunyai perhatian yang serius agar bekerja keras melakukan sesuatu secara lebih baik dan efektif.

3. Proses Pengambilan Keputusan Strategi

1). Pengambilan keputusan yang rasional analisis, yaitu pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan semua alternatif maupun segala akibat dari pilihan yang dapat dilihatnya dan menyusun segala akibatnya tersebut dengan memperhatikan skala pilihan yang pasti dan memilih alternatif yang memberikan hasil maksimum.

2). Pengambilan keputusan secara intuitif emosional, yaitu pengambilan keputusan dengan menggunakan perasaan, pengalaman, pemikiran, reflektif, dan naluri dangan menggunakan proses jiwa dibawah sadar.

3). Pengambilan keputusan secara perilaku politis, yaitu pengambilan keputusan dengan menggunakan sejumlah tekanan dari orang lain dan terpengaruh oleh keputusan mereka.

4. Kesimpulan Manajemen Strategi

1). Manajemen strategi pada intinya adalah memilih alternatif strategi yang terbaik bagi organisasi / perusahaan dalam segala hal untuk mendukung gerak usaha perusahaan.

2). Perusahaan harus melaksanakan menajemen strategi secara terus menerus dan harus fleksibel dengan tuntutan kondisi di lapangan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

aduhhhhhhh pusing


Mobil tiga roda ini memcahkan rekor sebagai mobil terkecil di dunia yang akan diproduksi dan siap meliuk-liuk di tengah kemacetan di jalan-jalan di Inggris.

cobA kl diindonesia da bisa pasti dak kepakai cos kl kebahjiran pasti ilang tu mobil

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

hiduuuuuuuuuup

Hidup…
Hidup…….
Hahahaha
yang penting dalam hidup tu harus punya tujuan yang benar dan jika salah da yang membelokkan ke jalan yang kebenaran, target ya sama ma temen ipk tinggi,kerja ma upah sesuai keinginan tp yang terpenting Cuma 1 bisa membahagian keluarga,agama,dan Negara.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS